Seorang Pendemo KSBSI Kena Pukul

aksi demo (ilustrasi)

aksi demo (ilustrasi)

MINUT, OKE – Demo yang dilakukan KSBSI Sulut di Pemkab Minut, terjadi insiden pemukulan terhadap seorang pendemo. Kejadian ini terjadi saat pendemo berorasi di Pemkab Minut, Senin (13/5/2013).

Hal ini membuat kesal para buruh karena terjadi tak jauh dari aparat, dan menurut mereka, Polres Minut terkesan lambat dalam mengusutnya.

Peristiwa itu terjadi ketika ratusan buruh dari Minut, Manado dan Bitung bergerak ke Pemkab Minut, usai berdemo di Kantor DPRD Minut.

Para buruh tersebut diminta pegawai Pemkab untuk tidak masuk dulu, dengan alasan di lantai 3 masih berlangsung acara. Tidak percaya begitu saja, lantas mengutus seseorang untuk mengecek informasi tersebut.

Saat mengecek itulah, anggota tersebut mengaku ditendang seseorang. “Yang menendang saya berambut gondrong, memakai kaos putih serta bertubuh agak besar,” kata Buruh tersebut.

Aksi kekerasan tersebut memicu emosi para buruh lainnya. Mereka meminta oknum yang melakukan pemukulan dihadirkan dan meminta maaf.

“Selama kami berdemo, baru kali ini mengalami kejadian seperti ini,” kata Jack Andalangi, koordinator KSBSI Sulut.

Massa terus berteriak meminta oknum tersebut dihadirkan. Namun tak kunjung dihadirkannya oknum tersebut, membuat massa geram dan mengancam akan melaporkan kejadian pemukulan tersebut di Polda Sulut.

Bersamaan dengan ancaman itu, massa yang berada di paling depan membentangkan spanduk berisi tuntutan buruh, serta seorang lagi mengacungkan krans simbol matinya keadilan.

Kapolres Minahasa Utara AKBP Herri Sarwono mendatangi massa dan coba menenangkan mereka. Sarwono menyatakan polisi mendukung aksi massa itu dengan jalan menyiapkan pelayanan sebaik-baiknya.

Ia mohon maaf jikalau ada yang salah dengan pelayanan tersebut. Ia juga berjanji akan melakukan penyelidikan, dengan syarat korban pemukulan harus membuat laporan.

“Segera laporkan nanti kami akan tindak sesuai mekanisme yang berlaku,” tuturnya.

Sekda Minut JA Rumambi pun turun menemui pendemo.
Ia pun meminta maaf kepada pendemo. “Minta maaf atas kejadian tadi, kami sudah mencari oknum tersebut tapi ia hilang,” tuturnya.

Rumambi pun mempersilahkan para pendemo memasuki lobby Pemkab. Negoisasi pun dilakukan antara pemimpin demo dan Rumambi, karena massa ingin masuk ke kantor Pemkab. Akhirnya massa diizinkan masuk di kantor pemkab.

Frangky Mantiri dari LBH KSBSI Sulut menyayangkan aksi pemukulan di dalam kantor Pemkab tersebut. “Kami tak menyangka akan mendapat perlakuan seperti ini,” tuturnya.

Ia berencana akan melaporkan aksi pemukulan tersebut ke Polda Sulut. “Akan kami lapor ke Polda Sulut,” katanya.

Ketua DPC SBSI Bitung turut mengecam aksi tersebut yang disebutnya sebagai aksi barbar. “Kami akan lapor ke Polda Sulut,” tuturnya. (obi)

Comments

comments

Posted by on 13 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Minahasa Utara,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *