Rully Luntungan : SBY Tak Layak Terima Penghargaan ACF

Hendrik Kawilarang

Hendrik Kawilarang

MANADO, Oke — Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Ekonomi dan Teknologi Perindo, Hendrik Kawilarang Luntungan (HKL) menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak pantas menerima penghargaan pelopor kerukunan dari Appeal of Conscience Foundation (ACF) Amerika Serikat. HKL justru mengatakan, SBY telah gagal membangun toleransi beragama di Indonesia sehubungan dengan terjadinya kekerasan agama.

“Sangat ironis jika SBY dikatakan pelopor kerukunan beragama. Buktinya sampai saat ini masih ada rumah ibadah yang disegel. Bahkan ada rumah ibadah yang sudah memiliki hukum tetap dari Mahkamah Agung, tetap saja disegel pemerintah Kota Bogor.” kata HKL mencontohkan GKI Yasmin Bogor yang sampai saat ini tidak bisa beribadah.

Begitu juga perlakuan terhadap Jamaah Ahmadiyah yang terkesan hanya dibiarkan. “Justru sebenarnya masalah keagamaan di Indonesia masih harus dikritisi. Sebab pemerintah terkesan hanya membiarkan kekerasan terhadap agama.” Komentar pengusaha muda yang juga Ketua HKTI Sulawesi Utara ini.

Dia berharap, pemerintah lebih tegas terhadap oknum maupun kelompok-kelompok garis keras yang mengatasnamakan agama untuk mengintimidasi bahkan menekan agama lain. Sebab lanjutnya, sudah menjadi rahasia umum, pemeluk agama selalu berada dalam tekanan, tapi kelompok penekan tidak pernah mendapat tindakan tegas dari pemerintah dan aparat keamanan.

Seperti diberitakan, Presiden SBY akan menerima World Statesman Award dari ACF. ACF adalah organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi dan dialog antarkepercayaan yang berbasis di New York Amerika Serikat. Organisasi ini mulai memberikan penghargaan sejak 1997.

Beberapa pemimpin negara yang telah menerima penghargaan di antaranya PM Inggris waktu itu Gordon Brown (2009), Presiden Perancis kala itu Nicolas Zarkozy (2008). Pada 2012 penghargaan diberikan kepada Perdana Menteri Kanada Stephen Harper.

Comments

comments

Posted by on 12 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *