Komisi D DPRD Manado Minta Semua Siswa Diluluskan

Komisi D DPRD Manado, meminta agar semua siswa diluluskan, terkati pelaksanaan UN yang dinilai amburadul.(foto:ist)

Komisi D DPRD Manado, meminta agar semua siswa diluluskan, terkati pelaksanaan UN yang dinilai amburadul.(foto:ist)

MANADO, OKE–Komisi D DPRD Manado meminta agar semua siswa diluluskan, terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang amburadul. Permintaan komisi ini didasarkan pada fakta lapangan bahwa sebagian besar kalangan masyarakat dan bahkan para siswa menyatakan UN kali ini terasa seperti bencana di dunia pendidikan.

“Proses pelaksanaan UN sangat amburadul. Mulai dari hari pertama ujian hingga berakhirnya. Tak hanya itu, bahkan sejumlah siswa pun mengeluh, sebagian soal-soal yang ada dalam naskah ujian, jauh dari yang mereka pelajari. Bahkan tak sedikit dari mereka yang kemudian frustrasi. Saya menghimbau, jangan sampai hal ini berpengaruh pada kondisi psikis mereka,” kata John Felix Iroth.

Hal serupa pun diungkapkan Jeanne Rumimpunu. Dirinya mengatakan, selain keterlambatan UN, soal-soal yang didistribusikan pun tidak lengkap. Pasalnya, ada sekolah yang tidak kebagian soal, sehingga harus difotocopy.

“Ini menunjukkan ketidaksiapan dari pusat. Mengapa UN SD lancar-lancar saja, karena memang soalnya disusun di daerah sendiri. Sedangkan UN SMP dan SMA sama sekali ambradul karena harus menunggu soal dari pusat. Sudah begitu, naskah soal UN-nya terlalu sulit dan ada beberapa yang sangat jauh dari apa yang anak-anak pelajari. Kami meminta agar mereka semua diluluskan saja,” kata Rumimpunu.

Sementara itu, Ketua Komisi D Dekot Manado Richard Sualang ketika dimintai keterangannya mengatakan, ada banyak aspek yang perlu dikritisi dalam pelaksanaan UN kali ini.

“Saya kira ada banyak kekeliruan yang terjadi terkait pelaksanaan UN kali ini. Kami sendiri sempat kaget ketika melakukan pengawasan di beberapa sekolah. Banyak dari para siswa dan guru mengeluh karena soal-soal yang diberikan terlalu sulit. Semestinya diserahkan ke daerah masing-masing, sebab yang paling mengetahui dan mengerti kondisi serta kemampuan siswa di daerah bukan pemerintah pusat, melainkan pemerintah lokal. Makanya, karena kekeliruan ini, kami meminta agar mereka semua diluluskan,” tandas Sualang.(rep4)

Comments

comments

Posted by on 9 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado,Pendidikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *