Harley Mangindaan: Manado Jadi Pintu Masuk Narkoba Dari Luar Negeri

(foto: ist)

(foto: ist)

MANADO, OKE – Tertangkapnya dua warga negara asing (WNA) Afsel serta seorang warga Thailand di Bandara Samratulangi beberapa waktu lalu, adalah salah satu bukti bahwa Manado sudah menjadi daerah transit untuk memasarkan narkoba ke daerah lain di Indonesia khususnya di bagian Timur.

Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Harley AB Mangindaan, Rabu (8/5). Pernyataan tersebut tentunya mengejutkan sejumlah kalangan, mengingat selama ini Manado sangat jarang terdengar isu terkait penggunaan narkoba layaknya yang sering terjadi di Ibukota negara. Namun, bertolak dari fenomena tersebut, Mangindaan yang biasa disapa Ai mengatakan, selain meningkatkan pengamanan di areal pintu masuk bandara, pemerintah kota juga telah melakukan berbagai upaya guna mencegah marajalelanya praktek haram tersebut.

“Kita terus berusaha membentengi masuknya barang haram tersebut, salah satunya adalah dengan merangkul tokoh-tokoh agama guna mensosialisasikan kepada para anggotanya mengenai bahaya dan dampak buruk dari narkoba,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional, Anang Iskandar mengatakan bahwa perkembangan narkotika di Indonesia telah memasuki kategori lampu kuning.

“Ada 14 zat baru telah ditemukan BNN di Indonesia saat ini. Langkah positif dan proaktif dari berbagai instansi dan masyarakat sudah seharuisnya dilakukan,” ungkap Iskandar.

Artinya, saat ini kelangsungan generasi bangsa Indonesia atau pemuda-pemudi di republik ini tengah terancam. Ia menambahkan, berdasarkan data yang dirilis BNN, ada 4 juta orang di Indonesia menjadi korban penyalahgunaan narkoba atau sekitar 2,2 %  dari penduduk Indonesia. Mirisnya, hal ini berbanding terbalik dengan jumlah panti rehabilitasi yang ada.

“Hanya sekira 18.000 orang yang dapat direhabilitasi oleh pemerintah dan swasta karena kurang tempat rehabilitasi,” ujarnya.

Selain itu, ditambahkannya lagi, sekitar Rp41 triliun kerugian negara yang terdiri dari biaya privat serta sosial akibat peredaran dan penyalahgunaan narkoba pada 2010.

“Hal ini memberi indikasi bahwa Indonesia sudah tidak lagi menjadi negara transit tetapi saat ini sudah menjadi pasar dari narkoba,” tutupnya. (ein)

Comments

comments

Posted by on 8 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *