Terkait Dugaan Pengancaman dan Pelecehan Profesi Wartawan

Ali Umar-Agustin Umar telah memberi klarifikasi soal dugaan pengancaman serta postingan di akun Fb yang melecehkan profesi wartawan(foto:idmanado.co/ist)

Ali Umar-Agustin Umar telah memberi klarifikasi soal dugaan pengancaman serta postingan di akun Fb yang melecehkan profesi wartawan(foto:idmanado.co/ist)

Kepsek Klarifikasi Kalimat, Sang Anak Akui Sakit Hati

Kotamobagu, Oke – Terkait kalimat yang dilontarkan Kepsek SMP Terbuka II terhadap keluarga wartawan surahman Mokoagow(Ru’) serta postingan sang anak di akun FB-nya yang melecehkan profesi wartawan, Senin(29/4) keduanya mendatangi redaksi media tempat Ru’ bekerja untuk klarifikasi.

Dalam klarifikasi langsungnya, Kepala Sekolah SMP Terbuka II Pinolosian Alie Umar SPd, mengatakan dirinya sama sekali tidak mengancam Ru’.

“Saya datang ke rumahnya(Ru’ red) bukan untuk mengancam, sebaliknya meluruskan pemberitaan soal Pungli yang menyudutkan saya,” ungkapnya.

Menyangkut biaya Ujian Nasional, yang merebak menjadi dugaan Pungli, menurutnya, hal itu sudah disepakati bersama seluruh orang tua murid dan ada berita acaranya.

“Makanya saya sekaligus mengajak Surahman menghadiri pertemuan(Rabu1/5 hari ini), agar jelas persoalannya,” ujar Alie.

Diketahui sebelumnya, saat bertandang ke kediaman Ru; di Desa torosik Kecamatan Pinolosian tengah kabupaten Bolmong Selatan, Alie sempat mengeluarkan kalimat yang oleh orang tua Ru’ ditangkap sebagai kalimat yang kurang menyenangkan di telinga.

Kalimat itu berbunyi: “Saya hanya mau mengingatkan kepada anda, bahwa apabila ada yang terjadi kepadanya (Ru’, red), kalian sebagai orang tua supaya sudah mengetahui.”

Perihal kalimat serta nada bicara yang terkesan keras, Alie mengakui intonasi suaranya memang seperti itu.

Sementara itu, Anak Kepsek, Agustina ‘cyuthyn’ Umar (Cewhwe Tedybear CyhutynathynNaqqeen), yang  sempat memposting kalimat cukup mengusik eksistensi insan pers, mengaku melakukannya sebagai wujud kekesalan atas pemberitaan dugaan Pungli yang melibatkan ayahnya.

“Saya sakit hati, karena ayah diberitakan di koran dan kurang mengenakan,” ujarnya saat ditanya perihal postingan tersebut.

Sebagai review, pada akun FB milik gadis yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasional di SMK N 1 Kotamobagu itu, Minggu(28/4) tertulis: “Wartawan Bolsel Surahman Mokoagow (Ru’) tidak punya etika menjual berita nda bagus makan doi hamis menjelekan nama baik orang.

Reporter: Knb

Comments

comments

Posted by on 1 May, 2013. Filed under Breaking News,Bumi Totabuan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *