Bom Rakitan Meledak di Koha, Defris dan Karlos Luka Parah

Ilustrasi-ledakan-bomMANADO, Oke—Duar!!! Suara ledakan yang cukup keras itu menggemparkan warga Koha, Rabu (1/5) sekira pukul 08.80 Wita. Lebih mengejutkan lagi, suara itu berasal dari bom rakitan yang meledak di salah satu kebun milik warga dan mencederai dua warga Koha, yakni Defris Rumandun (12) dan Karlos Manikome (8).

Kedua bocah ini keduanya menderita luka di sekujur tubuh akibat terkena serpihan bom rakitan yang diduga dibuat oleh warga yang sama bernama LK alias Lexi alias Eci (48). LK saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Awalnya kedua korban sedang mencari buah pala di kebun yang di jaga LK. Keduanya kemudian mendekat ke rumah tersangka.

Rupanya tersangka telah memasang bom rakitan di pintu rumahnya. Bom rakitan itu diatur akan meledak pada saat pintu rumah itu dibuka. Entah mengapa, Defris mendorong pintu tersebut. Sejurus kemudian, bom meledak. Kedua korban pun langsung merintih kesakitan dan terkulai di lokasi kejadian. Kedua korban berhasil ditolong warga setempat yang melintas dan mendengar ledakan itu, dan membawa ke Rumah Sakit Umum Kandou Malalayang.

Polres Manado melalui Polsek Pineleng dibawah pimpinan Kapolsek AKP Arke Parasan yang menerima informasi tersebut langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku langsung ditahan dan digiring ke Mapolsek Pineleng untuk menjalani pemeriksaan. Tersangka saat diwawancarai sejumlah wartawan mengaku memasang bom rakitan di rumahnya untuk menjebak para pencuri. Pasalnya dia sering kecurian hasil panen dan hewan ternak. “Saya ingin membuat jera pelaku pencurian di kebun yang saya jaga,” tuturnya agak gugup.

Di tempat terpisah, Kapolresta Manado Kombes Pol Amran Ampulembang melalui Kasat Reskrim Kompol Nanang Nugraha, mengaku telah menerima informasi tersebut. “Pemilik rumah sudah ditahan dan kasusnya sudah ditangani penyidik Polsek Pineleng,” ungkapnya. (lex)

Comments

comments

Posted by on 1 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Minahasa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *