AMTI Kritik Kinerja Ketua PN Manado

Armindo Pardede.(foto: dok-ptmanado)

Armindo Pardede.(foto: dok-ptmanado)

MANADO, oke Kinerja Ketua Pengadilan Negeri (PN) Manado, Armindo Pardede SH MAP dikritisi Tommy Turangan SH, Ketua Umum Aliyansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI). Kiritikan ini muncul karena Pardede diduga terlalu banyak menangani  kasus yang tidak berbobot namun di diduga sarat kepentingan.

“Seharusnya ketua menangani kasus cukup 1 perkara. Bila lebih harus dipertanyakan,” ungkap Turangan pada okemanado.com, Rabu (1/5).

Sejumlah perkara yang ditangani Pardede mulai dari kasus sabung ayam terdakwanya salah satu promotor tinju di Manado, penganiyaan sesama Dokter yang diduga owner RS Permata Bunda dengan Dokter RS Sioloam Manado serta kasus korupsi lainnya.

“Sebagian kasus itu sudah ada yang divonis ada juga yang masih tahap proses sidang,” ujar Turangan.

Menurut Turangan seorang Pardede seharusnya menangani kasus-kasus yang menjadi perhatian publik seperti kasus korupsi.

“Bisa saja kasus pidana umum ditangani seorang ketua PN Manado asal kasus itu menjadi perhatian dan sorotan warga,” kata Turangan.

Perilaku Pardede seperti saat ini, kata Turangan, bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum khususnya PN Manado.

Menanggapi hal ini, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Manado, Armindo Pardede SH MAP mengatakan tidak ada aturan yang menjelaskan seorang ketua PN dibatasi menangani kasus.

“Yang jelas kasus yang saya tangani itu merupakan sorotan publik juga di antaranya kasus korupsi dan semua itu tidak ada yang divonis bebas semua diperintahkan ditahan,”  terang Pardede.

Ia juga menjelaskan kasus yang begitu banyak yang ditanganinya karena saat ini PN Manado kekurangan hakim.

“Saya juga pegang kasus perceraian. Saya bingung juga kalau semua kasus dilimpahkan ke hakim yang ada,  pasti tidak mungkin akan ter-cover,” pungkas Pardede.(ibra)

Comments

comments

Posted by on 1 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *