Pemboman Ikan Sering Terjadi di Perairan Pulau Bangka, Pemkab “Cuek”

(foto: ist)

(foto: ist)

MINUT, oke – Pulau Bangka, Minut, sebuah pulau kecil yang sementara disengketakan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait perlawanan izin eksplorasi pertambangan biji besi, kini dimunculkan dengan persoalan pemboman ikan.

Revly, warga Desa Lihunu, Pulau Bangka mengatakan, para nelayan asli Pulau Bangka sebelumnya sudah diresahkan dengan aksi pemboman ikan. Mereka pun melakukan patroli dan penjagaan dibantu dengan Babinsa. Tak sia –sia, mereka berhasil memergoki pelaku pemboman ikan pada hari Minggu lalu.

“Kami mendapati tiga orang pelaku pemboman ikan, dan sudah kami serahkan ke pihak kepolisian, di Polsek Likupang Timur,” kata Revly.

Lebih lanjut, Revly akui, pengawasan dari pemerintah memang hampir tak ada, dan mereka pun berinisiatif melakukan patroli sendiri.

“Perairan Pulau Bangka sering diobok-obok para pembom ikan. Herannya, tak ada aparat yang mengawasi perairan, akhirnya warga terpaksa menggelar pengawasan sendiri,” ujar Revly belum lama ini.

Kapolsek Likupang Timur, AKP Alfret Tatuwo membenarkan ketiga orang yang diamankan. Namun karena tidak miliki cukupan bukti, ketiga tersangka pengeboman pun sudah dilepaskan.

“Mereka tak mengakui perbuatan, dan penahanan sudah 1×24 jam, bila tak miliki bukti, maka langsung dilepaskan,” ujar Tatuwo

Kepala Bagian Humas Pemkab Minut, Sem Tirajoh ketika di konfirmasi mengakui belum tahu informasi adanya pengeboman ikan di Pulau Bangka itu.

“Saya juga baru dengar, tapi itukan ada undang-undang yang melarang penggunaan bom ikan, dan setahu saya, pihak perikanan memiliki speed boat untuk lakukan pengawasan,” jelas Tirayoh. (obi)

Comments

comments

Posted by on 28 April, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Minahasa Utara,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *