Misha Diduga Indoktrinasi Pelaku Bom Boston

Pelaku bom Boston Tamerlan Tsarnaev(foto; ist0

Pelaku bom Boston Tamerlan Tsarnaev(foto; ist0

Boston, Oke – Biro Penyelidik Federal (FBI) mengidentifikasi sosok “Misha” yang diduga mendoktrin pelaku utama bom Boston, Tamerlan Tsarnaev, hingga Tamerlan menjadi radikal. Misha adalah seorang warga keturunan Armenia di Amerika Serikat (AS).

Belakangan ini, nama Misha sering disebut-sebut sebagai “dalang” bom maraton di Boston, Massachusetts. Namun beberapa penyelidik justru menduga, Misha adalah agen Rusia yang dikirim ke Negeri Paman Sam guna mengawasi pemuda-pemuda militan layaknya Tamerlan.

Sejauh ini, pria keturunan Armenia yang berusia kurang lebih 30 tahun itu dinyatakan berkepala botak dan memiliki jenggot berwarna merah. Misha pun dikabarkan tidak lagi tinggal di Cambridge, Massachusetts, dan mulai akrab dengan Tamerlan pada 2009 lalu.

“Ini semua dimulai pada 2009 di sini, di Cambridge. Pria ini sepertinya sudah mengendalikan otaknya. Da berhasil mencuci otak (Tamerlan),” ujar paman kakak-beradik Tsarnaev, Ruslan Tsarni, saat diwawancarai di kediamannya, seperti dikutip CNN, Minggu (28/4/).

Keluarga Tsarnaev juga mengatakan, Tamerlan mulai berhenti menekuni olahraga tinju dan belajar musik setelah dirinya mengenal Misha. Saat itu pulalah, pria berusia 26 tahun itu mengecam Perang Afghanistan dan Irak. Tsarnaev membuat pernyataan di sebuah situs bernuansa konspirasi dan mengklaim, Dinas Intelijen AS (CIA) ada di balik serangan 11 September 2001 dan Yahudi dinyatakan sebagai penguasa dunia.

Meski demikian, Ruslan Tsarni pun menjelaskan kembali bahwa pola pikir garis keras yang diusung Tamerlan berasal dari ibunya, Zubeidat Tsarnaeva. Muncul pula laporan yang menyebutkan, Zubeidat Tsarnaeva sempat masuk dalam catatan teroris pada 18 bulan yang lalu.

Hubungan Tamerlan Tsarnaev dengan Misha bisa menjadi petunjuk untuk memecahkan teka-teki bom Boston. Zubeidat Tsarnaeva juga mengenal baik sosok Misha dan menyebut pria itu sebagai seorang alim.(Oke)

Comments

comments

Posted by on 28 April, 2013. Filed under Breaking News,Internasional. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *