Pertambangan Ilegal di Sangihe Picu Bencana Banjir Bandang

Para penambang emas tanpa izin seperti ini tidak memperhitungkan bahaya di kemudian hari terhadap kelangsungan hidup warga sekitar(foto: ist)

Para penambang emas tanpa izin seperti ini tidak memperhitungkan bahaya di kemudian hari terhadap kelangsungan hidup warga sekitar(foto: ist)

Sangihe, idmanado.co – Maraknya aksi pertambangan emas secara ilegal di delapan(8) titik, di dua kecamatan telah berdampak serius pada kerusakan lingkungan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) Novi Julintiana Makagansa SH MM mengatakan pihaknya telah menghimbau kepada masyarakat, agar menghentikan kegiatan itu.

“Sebab kegiatan yang berlangsung secara tradisional itu telah menyebabkan sungai menjadi keruh serta terjadi pencemaran biota laut,” ujar Julintiana semabri menambahkan, kerusakan lain yang disebabkan oleh pertambangan rakyat adalah rusaknya struktur tanah dan hutan.

Sementara itu Kepala BPBD Ir Reintje Tamboto menuturkan, tanpa disadari masyarakat, dampak tambang liar di kampung Laine dan Lapango menyebabkan dua lokasi ini sering terjadi banjir bandang.

“Termasuk banjir bandang yang menenggelamkan puluhan rumah dan beberapa rumah hanyut di kampung laine dan lapango Juli 2012 lalu,” ungkapnya.

Keprihatinan terhadap ancaman dari pertambagan emas tanpa izin diperlihatkan juga pemerhati lingkungan, R Lawerisa.

“PETI seperti bom waktu bencana yang akan terjadi di kemudian hari dan tinggal menunggu waktu. Ini jangan dibiarkan terus, sebab kalau tidak  PETI  ini semakin banyak dan sulit untuk di hentikan,” tukasnya.(hms/veronica)

Comments

comments

Posted by on 26 April, 2013. Filed under Breaking News,Nusa Utara,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *