Pardede Tunda Sidang Vonis Kasus Dugaan Korupsi Dikpora Talaud

(foto: dok-ptmanado)

(foto: dok-ptmanado)

Manado, oke – Ketua Majelis Hakim Armindo Pardede SH MAP menunda sidang pembacaan vonis dengan terdakwa Hendra, mantan bendahara pengeluaran Dinas Pendidikan  dan Olahraga kepulauan  Talaud. Padahal sesuai angenda, sidang tersebut akan berlangsung Kamis, (25/4) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado.

“Kami belum bisa melangsungkan pembacaan vonis karena putusan masih dalam penyusunan sehingga sidang tersebut ditunda sampai pekan depan,” ujar Pardede.

Hendra diduga melakukan korupsi dana di Dikpora Kabupaten Talaud tahun 2009 untuk kegiatan penyediaan beasiswa bagi siswa SMA/SMK kurang mampu.

Akibat perbuatannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noval Thaher SH, menuntut terdakwa dengan hukuman  1 Tahun 6 Bulan penjara denda Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan. Diketahui pada 22 Maret 2013 terdakwa telah mengembalikan kerugian negara senilai Rp50 juta.

Pada tuntutannya JPU tidak  menghukum terdakwa dengan biaya pengganti. Terdakwa dikenakan  pasal 3 juncto pasal 18 Undang-undang  Nomor  31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2011 tentang tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sesuai dalam dakwaan subsider.

Berdasarkan fakta persidangan terdakwa mengaku melakukan pencairan dana beasiswa SMA/SMK kurang mampu sebesar Rp350 juta pada tahun 2009 lalu. Pada sidang itu juga diakui terdakwa uang tersebut telah disalurkan kepada 16 Kepsek, Rp160 juta ke saksi I Manapode,  Rp8 juta ke W Birfang, Rp11 juta ke Juanette U,  Rp3 juta ke Julius B, Kadis Sarnes Ijing menerima Rp114.900 juta sedangkan terdakwa sendiri sebesar Rp 50.100 juta.

(Ibrahim Hiola)

Comments

comments

Posted by on 26 April, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Nusa Utara,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *