Panwaslu Minut Layangkan Surat Imbauan ke Yulisa Baramuli

(foto: ist)

(foto: ist)

Minut, oke – Panwaslu Minut mengirimkan surat pemberitahuan kepada Wakil Bupati Minut, Yulisa Baramuli terkait munculnya nama Yulisa pada daftar caleg DPR RI dari partai Nasdem.

“Tadi pagi, kami sudah kirim surat kepada ibu wakil bupati, dan ada tanda terima,” kata Ketua Panwaslu Minut, Irvan Grossman di dampingi dua pimpinan Panwaslu Minut, Joyke Sigar dan Keri Raruan, Jumat (26/4/2013) di Kantor Panwaslu Minut.

Grossman menjelaskan surat pemberitahuan itu mengimbau Yulisa untuk memperhatikan segala ketentuan seputar pencalonan tersebut. Dimana dasar dari keluarnya surat pemberitahuan itu adalah Undang-undang, Peraturan KPU, Peraturan Pemerintah serta rilis resmi KPU RI.

“Ada UU nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggaraan pemilu, uu no 8 tahun 2012 tentang pemilu DPR RI, DPR Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Peraturan Pemerintah nomor 18 tentang tata cara pengunduran diri kepala daerah,” bebernya.

Grossman menjelaskan dalam peraturan pemerintah nomor 18 tahun 2013 bab II, pasal 2 menyatakan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang mengajukan diri menjadi bakal calon Anggota DPR harus mengundurkan diri.

Sedang pasal 3 menyebut pengunduran diri disampaikan secara tertulis kepada pejabat paling lambat satu bulan, sebelum batas akhir pengajuan bakal calon.

“Surat pernyataan pengunduran diri, menurut PKPU Nomor 13 tahun 2013 pasal 19 tidak dapat ditarik kembali. Itu semua didasarkan pada undang-undang,” ujarnya.

Grossman menyatakan, wewenang Panwas termaktub dalam peraturan badan pengawas pemilu Republik Indonesia nomor 13 tahun 2012. Isinya, Panwas bisa menyampaikan himbauan kepada penyelenggara serta peserta pemilu, memberikan peringatan dini serta melakukan pengawasan langsung. “Ini merupakan hal yang harus kami lakukan,” tutur dia.

Sementara itu, beberapa warga Minut yang ditemui, menyayangkan langkah Yulisa tersebut.

Chritine Aprilia warga Kalawat, menyebut Yulisa salah dalam pilihan politik. “Ini merupakan blunder. Masih ada dua tahun kepemimpinan, itu sayang dilepas,” tuturnya.

Ketimbang mengejar sesuatu yang belum pasti, adalah lebih baik bagi Yulisa untuk tetap pada posisinya. “Lebih baik mengabdi pada warga Minut,” sebutnya.

Andre warga Kalawat menyatakan penyesalannya jika duet SBY harus bubar di tengah jalan. “Sayang padahal Sompie bareng Yulisa itu sudah jadi nama jalan dan sangat melekat dalam ingatan warga,” ujarnya.

Lepas dari hitung-hitungan politik, ujar dia, yang bisa menjungkirbalikkan semua perhitungan, ia menilai Yulisa harus patuh komitmen dengan menyelesaikan masa jabatannya.

Sementara itu, Yulisa Baramuli hingga Jumat (26/4/2013) siang tadi belum memberi jawaban pasti. Dalam SMS pada sejumlah media, Yulisa menyatakan “Akan beri komentar nanti,”  “Semua indah pada waktunya”.

Pernyataan konfirmasi dari Yulisa, semuanya tak pasti serta memicu multi tafsir. (obi)

Comments

comments

Posted by on 26 April, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Minahasa Utara,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *