Meet & Greet Robbie Fowler cs: Ngobrol Santai Sampai Bicara Istanbul 2005

Bandung, Oke1 – Puluhan fans Liverpool berkesempatan bertemu dan ngobrol dengan Robbie Fowler cs. Semua ditanyakan, termasuk soal Istanbul 2005 yang tersohor itu.

Waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB di Bandung. Beberapa penggemar sudah berkumpul di lobi Hotel Grand Preanger untuk bertemu para pemain favorit mereka. Jadwal meet and greet adalah pukul 11.30 WIB, namun sudah ada beberapa penggemar yang “colongan” minta tanda tangan.

Salah satu yang jadi sasaran adalah Jerzy Dudek, kiper yang jadi pahlawan pada malam di Istanbul itu. Dudek yang baru keluar dari kafeteria dengan ramah meladeni permintaan tanda tangan dan foto bareng, meski belum jadwalnya.

Tiga puluh menit berlalu, sesi meet and greet itu pun dimulai. Satu per satu eks pemain masuk: Dudek, Jason McAteer, (eks bomber Leeds United) Michael Bridges, dan paling terakhir adalah Fowler.

“Halo semuanya,” kata Fowler menyapa. Dia tampak santai dengan mengenakan jeans dan kaos v-neck abu-abu ringan. Para penggemar membalasnya dengan chant-chant, plus seruan “God is here!”.

“Sejujurnya saya merasa tak pantas. Itu julukan yang bagus. Tapi, saya hanya orang biasa,” ucap Fowler ketika ditanya soal nickname “God” (dewa) yang diberikan oleh suporter Liverpool.

Selain pertanyaan seputar julukan tadi, ada beberapa pertanyaan lainnya. Semuanya diajukan penggemar dengan antusias, dan para eks pemain menjawabnya dengan nada santai.

Salah satu yang paling sering mendapatkan pertanyaan adalah Dudek. Pria asal Polandia ini menepis tembakan Andriy Shevchenko dalam adu penalti final Liga Champions 2005 sehingga membuat Liverpool keluar sebagai juara.

Yang juga diingat pada laga itu adalah bagaimana The Reds mengejar defisit tiga gol di babak pertama dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

“Rafa (Benitez) bilang, jangan khawatir kawan-kawan. Kita masih punya 45 menit. Kita masih bisa mengubah pertandingan.”

“Saya juga bilang kepada Andriy, saya tahu ke mana dia akan menembak,” ujar Dudek mengungkapkan sedikit kilas balik apa yang terjadi pada malam itu.

Selain itu, dia juga mengaku senang dengan sambutan para fans Liverpool di Bandung. Baginya, ini adalah langkah bagus dalam mendekatkan tim dengan fans.

“Saya senang dengan sambutannya. Kami senang bisa berada di sini bertemu kalian. Kami harap bisa bertemu kalian lagi tahun depan,” ucapnya.

Bagaimana dengan McAteer? Well, gelandang Liverpool di era 90-an ini punya sedikit saran bagi mantan timnya itu untuk musim depan.

“Ada banyak pemain muda di dalam tim sekarang dan juga pemain berpengalaman. Kami mengharapkan hal besar kepada mereka musim depan. Yang perlu dilakukan adalah lebih konsisten, terutama menghadapi tim-tim yang seharusnya bisa dikalahkan.”

Tak lupa, McAteer juga iseng “berduel” men-juggling bola mainan dengan Bridges. Hasilnya? Bridges hanya mampu 7 kali menimang bola mainan itu dengan kakinya, sementara McAteer sampai 30 kali. Bridges pun menjura pada rekannya itu.

Sesi meet and greet ini pun ditutup dengan acara minta tanda tangan dan foto-foto (lagi). Setelah beberapa saat, acara pun disudahi karena mereka sudah harus mengejar pesawat.

“Cheers, everyone. Sampai jumpa lagi!” kata Fowler. (**)

Comments

comments

Posted by on 20 April, 2013. Filed under Sports. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *