KTM Paroki Tataaran Dipanggil Menuju Kekudusan

Rekoleksi KTM Paroki Santo Antonius Padua Tataaran, yang digelar di Gereja Katolik Santo Ignasius, Stasi Perum Unima berlangsung khidmat. Apalagi, Tim Volunteer KTM dari Cikanyere dipercayakan sebagai pembawa materi.(foto:Ambrosia Kainde@fb)

Rekoleksi KTM Paroki Santo Antonius Padua Tataaran, yang digelar di Gereja Katolik Santo Ignasius, Stasi Perum Unima berlangsung khidmat. Apalagi, Tim Volunteer KTM dari Cikanyere dipercayakan sebagai pembawa materi.(foto:Ambrosia Kainde@fb)

Minahasa, Oke–“Dipanggil Menuju Kekudusan”. Begitulah sebaris tema, yang diusung Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM) Paroki Santo Antonius Padua Tataaran, dalam rekoleksi iman yang diselenggarakan pada Jumat (19/04) sore tadi, bertempat di Gereja Katolik, Stasi Santo Ignasius Perum Unima.

Rekoleksi yang berlangsung khidmat ini, diikuti oleh seluruh anggota KTM di paroki tersebut, dan bahkan sebagian besar umat. Menariknya lagi, rekoleksi yang dilakukan ini, menghadirkan tim volunteer KTM dari Cikanyere sebagai pembawa materi.

Menurut salah seorang pengurus KTM Paroki Santo Antonius Padua Tataaran, Aldo Rampengan, rekoleksi yang mengangkat tema panggilan untuk hidup dalam kekudusan ini, sebagai pembelajaran kepada umat untuk tetap berlaku kudus, karena itu adalah panggilan Tuhan.

“Bertolak dari pengalaman hidup kita yang beragam, kita dipanggil untuk memurnikan pengalaman itu dalam kekudusan Tuhan. Makanya, rekoleksi ini bertujuan mengarahkan umat untuk tetap setia menjalani hidup, karena kehidupan kita pada mulanya adalah terlahir dari kekudusan Tuhan,” katanya.

Hal serupa pun diungkap salah seorang anggota KTM lainnya, Ambrosia Kainde. Menurutnya, kekudusan dalam hidup bisa dicapai apabila kita menyerahkan segala pengalaman hidup kita dalam penyelenggaraan Tuhan.

“Tuhan berkuasa atas hidup kita. Ia memanggil kita untuk bersatu dengan-Nya dalam kekudusan. Oleh karena itu, patutlah kita bersyukur atas rahmat yang mengagumkan ini. Syukur Tuhan, atas segala rencana-Mu dalam hidup kami,” ungkap Roxy sapaan akrabnya.

Sementara itu, Pastor Paroki, DR. Yoseph Ansow, Pr ketika dimintai keterangannya terkait rekoleksi ini menuturkan, dirinya bersukacita atas antusiasme umat atas sejumlah karya iman yang dilangsungkan gereja. Apalagi, umat semakin menyadari, panggilannya untuk terus mewartakan Sabda Kristus dalam kekudusan.

“Artinya, ada perkembangan iman yang signifikan dari umat untuk menyadari panggilan hidup kristiani, yakni dalam doa dan karya. Kedua hal ini membantu umat untuk hidup kudus dalam cinta kasih Tuhan. Saya kira, ini salah satu rahmat yang dianugerahkan Tuhan, yang mestinya harus kita balas kebaikan-Nya dengan hidup kudus. Selain itu, hal ini tertuang juga dalam Surat Paulus kepada Umat di Korintus. “Semoga saudara sekalian dikurniai oleh Tuhan Yesus Kristus, dikasihi oleh Allah serta dipersatukan oleh Roh Kudus.”(2 Kor 13: 11-13).  Karunia, dikasihi Allah dan dipersatukan oleh Roh Kudus, menjadi dasar, panggilan sebagai manusia adalah panggilan menuju kekudusan,” terang Ansow.

Hingga berita ini diturunkan, rekoleksi masih berlangsung. Tim volunteer yakni Meggy Kalangi dan Lia (asal Yogyakarta) tampak bersemangat dalam membawakan materi, begitu juga umat yang mengikutinya.(rep4)

Comments

comments

Posted by on 19 April, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Minahasa,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *