Kasus Pembunuhan Farly Mongi, Hakim: Putusan Billy Kaloh Sesuai Prosedur Hukum

Palu Hakim.(foto: ilustrasi)

Palu Hakim.(foto: ilustrasi)

MANADO, oke – Putusan Billy Kaloh sudah sesuai prosedur hukum yang berlaku. Hal ini diungkapkan Ketua Majelis Hakim Aris Bokko SH.

“Putusan itu sudah dilakukan secara terbuka, bukan diam-diam seperti apa yang dikatakan keluarga korban,” ungkap Bokko kepada okemanado.com, Jumat (19/4).

Dijelaskannya, sesudah  putusan dibacakan para terdakwa melalui penasehat hukum sudah melakukan pledoi atau pembelaan.

“Jadi tidak ada lagi yang harus diperdebatkan semua sudah jelas. Apalagi kedua temannya mengakui bahwa pemunuhan itu bukan disuruh oleh Billy Kaloh,” ujar  Bokko.

Bokko juga dengan tegas menampik tudingan ada indikasi suap atas putusan tersebut

Sementara itu, Stenly Lontoh SH penasehat hukum korban mengatakan putusan yang dilakukan Bokko tidak melihat fakta persidangan yang terungkap. Padahal  barang bukti dan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) jelas.

Lontoh juga menjelaskan putusan itu jauh dari asas keadilan. Diketahui juga, sebelumnya  praperadilan yang dilakukan Billy Kaloh atas penangkapan yang salah oleh pihak kepolisian yang diajukan Kaloh ditolak oleh majelis hakim Willem Rompies SH salah satu hakim anggota dalam perkara tersebut.

“Pada sidang praperadilan itu Rompies mengatakan bahwa jelas Kaloh  terlibat atas kasus terbunuhnya Farly Mongi di depan KFC Megamas pada tahun 2012 lalu,” kata Lontoh.

Menurut Lontoh, sudah jelas Mongi merupakan aktor dalam kasus itu.

“Ada apa atas putusan itu? Jelas bahwa hakim tidak mempertimbangkan putusan praperadilan. Kita tahu bersama bahwa  JPU menuntut Billy 19 tahun penjara,” tutup Lontoh.

Reporter: Ibrahim Hiola

Comments

comments

Posted by on 19 April, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *