Warga Dapil Sario-Malalayang ‘Hukum’ Pemkot dan PT Air

Aspirasi warga dapil Sario-Malalayang meminta Pemkot untuk merealisasikan hasil Musrembang.(foto:ist)

Aspirasi warga dapil Sario-Malalayang meminta Pemkot untuk merealisasikan hasil Musrembang.(foto:ist)

Manado, Oke–Situasi menarik terungkap saat reses yang dilakukan legislator Dekot Manado, Henky Lasut, Selasa (16/04) kemarin. Pasalnya, aspirasi yang disampaikan warga terindikasi, telah disimpan sejak lama, dan karena itu, cukup diwarnai tensi tinggi saat disampaikan. Dari pantauan, aspirasi yang disampaikan kedengaran seperti ‘menghukum’ Pemkot Manado dan PT Air.

Menurut, Yosep Rumagit, Pemkot hanya menabur janji. Pasalnya, beberapa hal yang diusulkan di musrembang kelurahan dan kecamatan dan bahkan Pemkot sendiri, tidak direalisasikan.

“Semua janji yang diusulkan di Muskarembang Kelurahan, Kecamatan dan Pemkot omong kosong. Sebab, janji yang ditabur dari dua tahun lalu, hingga sekarang tak direalisasikan. Contohnya, sampai sekarang, lahan pekuburan yang ikami usulkan dipindahkan ke Air Terang di bagian selatan Ring Road belum ada tanda-tanda realisasi. Selain itu, program-program bantuan rutin bagi masyarakat lansia di Winangun I tidak jalan dengan intensif,” sembur Rumagit.

Senada dengan Rumagit, Yance Pongantung membenarkan, ada realisasi beberapa program oleh Pemkot di Winangun yang tak pernah mencapai 100 persen.

“Realisasi PBL dari akhir tahun 2012 hingga sekarang hanya mencapai 40 persen saja dan nampaknya tidak akan berlanjut lagi. Selain itu, proyek-proyek perbaikan jalan dan drainase pun tak terealisasi dengan baik. Buktinya, banjir yang sempat menghantam Winangun kali lalu karena drainase yang buruk. Jalan Lingkungan IV Jambore dan beberapa jalan lain pun belum diperbaiki,” ungkap Pongantung.

Sementara itu, Edi Tumbel, Kepala Lingkungan II Winangun I ini menyoroti kinerja PT Air yang kurang profesional.

“Pemasangan pipa air di Jalan Rawa Sari tidak berjalan intensif. Ada sejumlah pipa yang mah menumpuk di bawah jembatan, dan karena itu mengakibatkan banjir, bila hujan tiba. Airnya naik hingga menggenangi rumah warga. Selain itu, ada beberapa warga juga yang mengeluh. Soalnya, meski sudah membayar adiministrasi dan sudah dipasang meteran, namun air seringkali macet dan bahkan tak jalan sama sekali,” ketus Tumbel.

Atas aspirasi yang hampir semuanya terkesan ‘negatif’ ini, Lasut mengatakan akan meneruskan keluhan ini ke pihak Pemkot Manado.

“Sudah pasti, saya akan meneruskannya ke pemerintah. Saya rasa, aspirasi mereka ini juga, turut disimak oleh beberapa SKPD yang hadir. Mereka tentu bisa menilai apa sebenarnya yang ada di hati masyarakat, dengan model penyampaian seperti itu,” tandas Lasut.(rep4)

Comments

comments

Posted by on 17 April, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *