Manado Butuh Pusat Rehabilitasi

Pengemis.(foto: ist)

Pengemis.(foto: ist)

MANADO, oke – Jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) di kota Manado semakin hari semakin meningkat. Fenomena ini sontak membuat sejumlah warga mulai resah dan merasa terganggu. Kepala Dinas Sosial, Frans Mawitjere saat dikonfirmasi tidak memungkiri hal tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan berbagai upaya dalam menyelesaikan masalah sosial yang dialami oleh hampir semua kota di dunia itu.

“Razia serta pembinaan sudah sering dilakukan. Namun, pada akhirnya mereka tetap memilih untuk kembali lagi ke jalan menjadi pengemis,” kata Mawitjere saat ditemui di kantornya, Rabu (17/4).

Tidak tersedianya pusat rehabilitasi kata Mawitjere merupakan salah satu faktor penyebab sulitnya membasmi penyakit itu.

“Sudah seharusnya pemerintah kota berpikir untuk membangun pusat rehabilitasi,” terangnya.

Memang untuk mewujudkannya sangat sulit mengingat biaya yang akan dikeluarkan akan sangat besar.

“Biayanya pasti akan sangat besar. Lahannya saja, kita harus siapkan sekurang-kurangnya 10 ha,” ulasnya.

Senada dikatakan Camat Wenang, Danny Kumayas. Ia menuturkan, keberadaan pusat rehabilitasi akan sangat membatu. Bukan hanya kepada para gepeng, pengidap HIV/Aids juga bisa kita tempatkan di sana.

“Wadah tersebut tidak semata-mata hanya untuk para gepeng, tapi bisa juga digunakan untuk penanganan masalah sosial lainnya sepertiĀ  penderita HIV/Aids dan pecandu obat-obat terlarang,” ujarnya.

Reporter: Robert Lalenoh

Comments

comments

Posted by on 17 April, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *