5 Landasan Hakim Sebelum Mengetuk Palu

Palu Hakim.(foto: ilustrasi)

Palu Hakim.(foto: ilustrasi)

Manado, oke – Willem Rompies SH, salah satu hakim di Pengadilan Negeri (PN) Manado mengungkapkan, seharusnya setiap memutus suatu perkara harus berdasarkan 5 (lima) kajian hukum yakni ethos, pathos, filosofis, sosiologis serta logos.

Hal ini dikatakan Rompies setelah permohonan Peninjauan Kembali (PK) Wensy Warouw ditolak Mahkamah Agung (MA).
Diketahui Wensy Warouw merupakan terpidana seumur hidup dalam kasus pembunuhan terhadap Melisa Pandoh di pantai Boboca Malalayang tahun 2012 lalu yang divonis oleh Ketua Majelis Hakim Willem Rompies SH di PN Manado tahun lalu.

Menurutnya sebelum hakim memvonis seseorang bersalah harus ditinjau dari segi yuridis terlebih dahulu. Hakim tidak boleh semena- mena dalam mengambil keputusan.

“Yang jelas jika kita mengatakan orang itu bersalah harus dilandasi dengan hukum positif yang ada di negara republik indonesia,” ungkap Rompies kepada okemanado.com, Minggu (7/4).

Rompies juga menjelaskan, satu putusan juga harus bersifat filosofis, ini bertujuan agar putusan yang dijatuhkan mempunyai rasa keadilan dan kebenaran dalam mengungkap fakta.

“Janga kita selalu bersandar pada peraturan yang ada atau hukum positif tapi harus melihat keadilan apakah sudah adilkah putusan kita. Pendapat ahli semakin menegakkan peraturan maka di situlah terjadi ketidak adilan dalam masyarakat,” jelas Rompies.

Ditambahkannya juga, setiap putusan harus bersifat sosiologis artinya, harus sesuai tata nilai budaya setempat contohnya Manado atau di daerah lain seperti Papua.

“Pastinya masing-masing wilayah hukum yang ada mempunyai pendapat yang berbeda apakah putusan itu masuk akal atau dapat diterima akal sehat, meski diakui setiap vonis yang dijatuhkan majelis hakim selalu ada pro dan kontra,” pungkas Rompies.(rep2)

Comments

comments

Posted by on 7 April, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *