Disperindag Bolmong Seriusi Barang Tak Layak Komsumsi

Demi keamanan konsumen, Disperindag Bolmong terus mengawasi sekaligus memebrikan pembinaan kepada pelaku usaha di wilayah itu(foto: ist)

Demi keamanan konsumen, Disperindag Bolmong terus mengawasi sekaligus memebrikan pembinaan kepada pelaku usaha di wilayah itu(foto: ist)

BOLMONG, Oke – Dalam rangka meningkatkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya perlindungan terhadap konsumen sebagaimana yang dimaksud dalam  Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan gelar pembinaan kepada para pelaku usaha.

Pembinaan dilakukan secara langsung saat pelaksanaan pengawasan Barang dan/atau Jasa, dengan membuat kesepakatan melalui berita acara yang ditandatangani oleh para pelaku usaha sejak akhir bulan maret lalu. Kepala Disperindag Bolmong Ir.George.E.D Tanor, Jumat(4/4) menuturkan, pembinaan dilakukan kepada para pengusaha diwilayah pasar Poigar dan Lolak dalam rangka meningkatkan pengawasan oleh pelaku usaha itu sendiri, sehingga menjadi pelaku usaha yang bertanggung jawab.

“Yang menjadi perhatian serius adalah beredarnya beberapa barang yang tidak memenuhi standar, diantaranya ditemukan dipasaran produk kosmetik yang tidak mencantumkan masa kadaluwarsa, produk minuman yang telah lewat masa kadaluwarsanya, beberapa makanan ringan tanpa label serta rokok illegal,” ujar Tanor.

Tanor menambahkan, dalam pengawasan ini pelaku usaha telah berjanji untuk selalu memperhatikan kelayakan barang dagangan sesuai standar sebelum diperdagangkan.

“Adapun beberapa hal yang perlu diingat para pelaku usaha tidak Memproduksi dan/atau memperdagangkan yakni barang yang tidak sesuai dengan kualifikasi SNI, barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar, tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan, tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam dalam hitungan ukuran yang sebenarnya,” tukas Tanor.

Selain itu Tanor juga berharap kepada para Konsumen, agar menjadi konsumen yang cerdas, dengan lebih teliti sebelum membeli, memperhatikan label dan masa kadaluwarsa, memastikan produk bertanda jaminan mutu SNI serta membeli sesuai kebutuhan bukan keinginan sehingga Bolaang Mongondow bebas dari barang beredar tidak standar.(hms)

Comments

comments

Posted by on 6 April, 2013. Filed under Breaking News,Bumi Totabuan,Ekonomi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *