Karamoy: Potensi Sertifikat Ganda tak Mungkin Terjadi

M.L. Karamoy(foto: oke/terry)

M.L. Karamoy(foto: oke/terry)

TOMOHON, Oke – Era digitalisasi yang merambah hingga ke lingkup pemerintahan membuat segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas, hak dan kewajiban menjadi lebih cepat dan yang terpenting lebih terjamin akurasinya. Hal itu pun berlaku bagi penerbitan  sertifikat tanah. Selain lebih cepat, era ini menutup pintu bagi kemungkinan terbitnya sertifikat ganda atas obyek yang sama.

Hal itu dijelaskan Kasi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah Badan Pertanahan Nasional(BPN) Kota Tomohon Lexi Karamoy. Ditemui okemanado.com, Jumat(5/4), Karamoy menuturkan potensi sertifikat ganda tak mungkin terjadi

“Saat ini BPN menggunakan sistim KKP atau Komputer Kantor Pertanahan. Setiap pengurusan sertifikat langsung terdata di pusat secara online. Jadi misalnya ada yang mau mengurus sertifikat, akan di cek terlebih dahulu, jika sudah ada sertifikat atas obyek itu, secara otomatis akan tampil,” jelasnya.

Penggunaan teknologi KKP, lanjut, Karamoy memiliki banyak kegunaan teknis. Sebab, selain data lebih akurat, cepat, KKP berfungsi sebagai pengawasan.

“Makanya, jika di masa lalu sering terjadi kasus sertifikat ganda, dengan KKP di masa sekarang ini, hal itu tidak akan terjadi lagi,” tandasnya.(Nit/Tri)

Comments

comments

Posted by on 5 April, 2013. Filed under Breaking News,Tomohon. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *