Haefrey Sendoh: TPP Bukan Gaji

Pegawai Negeri Sipil.(foto: ist)

Pegawai Negeri Sipil.(foto: ist)

MANADO, oke – Pemerintah kota Manado melalui Sekretaris Kota (Sekot), Haefrey Sendoh kembali menegaskan bahwa Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) bagi PNS dan non PNS bukanlah gaji. Itu hanya berupa penghargaan atau bonus yang besarannya juga bervariasi sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pemberian Tambahan Penghasilan PNS di lingkungan pemerintah kota Manado.

“TPP bukan gaji, tapi merupakan kebijakan yang besarnya bervariasi dan sumber dananya bukan dari DAU, tapi dari PAD,” kata Sendoh, Jumat (5/4).

Diterangkannya bahwa perbedaan antara TPP dengan gaji sangat jelas.

“Gaji diterima oleh PNS/CPNS sebelum bekerja, nilai nominal yang diterima tiap bulan tidak akan pernah berubah danĀ  tidak ada potongan,” terang mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulut tersebut.

Sedangkan TPP kata Sendoh, diterima pada bulan berikutnya setelah pegawai melaksanakan tugas pada bulan sebelumnya. Jumlahnya pun bisa berbeda tiap bulannya. Selain itu, ada juga PNS atau CPNS yang bisa saja tidak akan menerima TPP sama sekali.

“Jika melakukan pelanggaran seperti tidak masuk kerja selama sebulan, jarang ikut apel, jarang masuk kantor atau terlambat masuk kerja. TPP-nya akan diperhitungkan,” ujarnya.

Dirinya berharap, aparatur akan betul-betul paham perbedaan antara gaji dan TPP. Di samping itu akan lebih mengedepankan kewajiban gantinya menuntut TPP.

“Pastinya, mereka yang bekerja dengan baik akan menerima apa yang telah menjadi haknya,” jaminnya.

Selain itu, diharapkan pula kwalitas kerja akan semakin ditingkatkan sehingga memberi hasil yang memuaskan dalam menjadikan Manado yang lebih baik.

“Pelayanan terhadap masyarakat semakin baik sehingga menciptakan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat,” serunya.

Terkait keterlambatan pencairan TPP Sendoh mangatakan bahwa semua tergantung pada masing-masing unit kerja/SKPD dimana pegawai bertugas. Sedangkan faktor yang sering menghambat penerimaan TPP antara lain keterlambatan pengusulan berkas, usulan data yang tidak akurat sehingga harus diperbaiki, penghitungan TPP yang tidak sesuai kriteria dan sejumlah kendali teknis lainnya.

“Untuk menghindari hal itu, diperlukan ketepatan dan ketelitian pegawai yang bertugas menangani hal tersebut,” tutupnya. (Humas Pemkot, S. Montori)

Comments

comments

Posted by on 5 April, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *