Persoalan Tanah di Solog Harus segera Diselesaikan Pemkab Bolmong

Kasus tanah di Bolmong masih perlu terus mendapat pengawalan dari wakil rakyat(foto: ilustrasi/ist)

Kasus tanah di Bolmong masih perlu terus mendapat pengawalan dari wakil rakyat(foto: ilustrasi/ist)

BOLMONG, Oke – Sejumlah persoalan pertanahan di Kabupaten Bolmong, oleh DPRD, dimintakan segera diselesaikan karena beberapa di antaranya bersentuhan dengan kepentingan masyarakat.

Di antara sekelumit problematika agraria tersebut, Wakil Rakyat Bolmong mendesak Pemkab dapat secepatnya menyelesaikan persoalan tanah di wilayah Solog.
Desakan itu terungkap saat Komisi II DPRD Bolmong menggelar heraing bersama sejumlah instansi terkait di lingkup Pemkab Bolmong, Rabu(3/4).
Khusus persoalan di Solog, Komisi II meminta Pemkab lebih cermat menanggapi gesekan antara warga dengan PT Anugrah Sulawesi Indah(ASI) yang berperasi di wilayah tersebut.
Pada hearing yang dipimpin langsung Ketua Komisi II Marthen F. Tangkere SE itu, Pemkab Bolmong melalui institusi terkait diharapkan bisa tanggap atas perkembangan yang berlangsung di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Desakan Komisi II untuk menuntaskan kontradiksi warga dengan PT ASI, merupakan pengembangan pembahasan hearing, mengingat perusahan itu merupakan merupakan anak perusahan PT Inobonto Indah Perkasa(IIP) yang disinyalir telah merusak hutan mangrove sebagai dampak dari pengoperasian perusahan di beberapa desa.(Kon)

Comments

comments

Posted by on 4 April, 2013. Filed under Breaking News,Bumi Totabuan,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

2 Responses to Persoalan Tanah di Solog Harus segera Diselesaikan Pemkab Bolmong

  1. anti sawit Reply

    10 June, 2013 at 16:11

    Terus tolak investasi tersebut karena investasi tersebut hanya berusaha menguntungkan investor di jakarta yang merupakan aktor di belakang investasi ini. yang mana investor tersebut terkenal dengan bisnisnya di bidang kayu yang sudah banyak merusak hutan. Semua yang dilapangan itu hanya pionnya. Hati-hati jangan sampai investasi ini masuk Sulut karena perkebunan kelapa sawit merugikan karena akan merusak sumber air, belum lagi konflik-konflik yang akan timbul saat perusahaan ini sudah masuk ke sulut. Silahkan lihat di Internet snegketa-sengketa dan konflik akibat perkebunan Kelapa sawit. Investor ini masuk dengan nama 12 Perusahaan berbeda tapi dengan investor yang sama, hampir di setiap kabupaten di Sulut. Yang anehnya belum ada AMDAl tapi semua ijinnya sudah ditanda tangani?
    I Yayat U Santi.

  2. Yoyok Prasetyoadi Reply

    16 June, 2013 at 23:39

    Berdayakan Ekonomi Kerakyatan….kita negara Lautan=Nyiur Kelapa…..Kenapa Tidak……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *