Masalah Narkoba, Pengamanan di Indonesia Masih Terlalu Lemah

Narkoba.(foto: newslip6)

Narkoba.(foto: newslip6)

MANADO, Oke – Meningkatnya jumlah kasus pengkapan narkoda yang melibatkan warga negara asing (WNA) sebagai tersangka, secara tidak langsung menunjukan bahwa pengamanan di beberapa wilayah di Indonesia terhadap penyeludupan barang haram tersebut masih tergolong lemah. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang Praktisi Hukum di Sulawesi Utara, Toar Palilingan. Menurutnya, saat ini pemerintah khususnya pihak-pihak terkait seharusnya lebih sigap lagi, jangan ‘tidur’.

“Para Jaksa, Hakim, Pegawai Bea Cukai serta petugas keamanan harus tingkatkan sumber daya manusia (SDM),” tegas Palilingan, Senin (1/4).

Demikian juga dengan fasilitas pendukung lainnya seperti detektor di pintu masuk harus lebih diperhatikan lagi, mengingat saat ini penjahat narkoba telah mengantongi berbagai modus, jika lengah bisa saja barang yang seharusnya diperuntukan untuk tenaga medis yang kemudian oleh oknum yang tidak betanggung-jawab, telah disalah gunakan tersebut akan mudah beredar di kalangan masyarakat.

“Kewaspadaan harus terus ditingkatkan karena kejahatan bisa terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, tapi juga karena karena ada kesempatan,” terangnya mengutip pernyataan Bang Napi.

Pria yang juga merupakan salah satu tenaga pendidik di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado tersebut menambahkan, keberadaan anjing pelacak juga bisa dimaksimalkan demi mempersempit ruang gerak para penjahat intelektual tersebut sebagaimana yang banyak dipraktekkan oleh petugas keamanan di luar negeri. Terkait efek jerah kata Palilingan, Undang-Undang yang ada masih bisa dipertahankan dan masih belum membutuhkan revisi, asalkan ada keseriusan dari semua pihak terkait dalam memberantas masalah tersebut. Tidak lupa pihaknya memberi apresiasi khusus kepada petugas bandara Sam Ratulangi Manado yang sudah berhasil menggagalkan sejumlah kasus penyeludupan narkoba skala besar beberapa bulan terakhir ini.

“Jika lolos, kita bisa bayangkan berapa banyak korban yang akan jatuh di Manado akibat ulah para kurir tersebut,” ujarnya.

Namun, dirinya berharap para petugas jangan jumawa. Karena dirinya yakin, masih banyak cara yang akan dilakukan oleh para penjahat dalam memasok narkoba ke Sulut termasuk Manado yang saat ini belum terdeteksi. Demikian juga dengan warga masyarakat, dimintakan untuk tetap bersingkronisasi dengan pemerintah dalam memberantas narkoba.

“Mari kita jadikan narkoba sebagai musuh bersama,” tutupnya. (rep1)

Comments

comments

Posted by on 3 April, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *