Sambut Jumat Agung, Paroki Tataaran Gelar Dramatisasi Jalan Salib Hidup

Sejumlah pemeran dramatisasi Jalan Salib Hidup di Paroki Santo Antonius Padua Tataaran.(foto:okemanado/rep-4)

Sejumlah pemeran dramatisasi Jalan Salib Hidup di Paroki Santo Antonius Padua Tataaran.(foto:okemanado/rep-4)

Minahasa,Oke–Bagi orang Kristiani, memaknai Peringatan Jumat Agung, selalu meninggalkan kisah. Pasalnya, dalam peringatan tersebut, umat diajak untuk mengenangkan wafat dan pengorbanan Yesus Kristus di salib dalam menebus dosa manusia. Hal serupa pun diamini oleh umat Katolik yang ada di Paroki Santo Antonius Padua Tataaran. Menyambut peringatan Jumat Agung, ribuan Umat Katolik di Paroki tersebut menggelar dramatisasi jalan salib hidup, Jumat (29/03) kemarin. Meski udara panas menerpa, namun umat tetap setia mengikuti prosesi hingga berakhir.

Salah satu adegan pementasan kisah sengsara Yesus Kristus.(foto:okemanado/rep-4)

Salah satu adegan pementasan kisah sengsara Yesus Kristus.(foto:okemanado/rep-4)

Pastor Paroki, Yoseph Ansow Pr, dalam ibadah pembukaan pementasan dramatisasi kisah sengsara mengatakan, hendaknya dalam prosesi tersebut, umat turut merasakan penderitaan Kristus yang diarak-arak menuju penghakiman terakhir-Nya di Bukit Golgota.

“Ini adalah kisah iman, di mana karya Kristus dilengkapi dengan pengorbanan-Nya untuk menebus dan menghantar manusia menuju persekutuan intim dengan Allah Bapa. Via dolorosa (jalan salib-red) Kristus menjadi bukti nyata kasih Allah yang tak pernah ada habisnya. Sebab itu, kita diajak untuk mengimani dengan sungguh, karya penebusan Kristus yang telah memurnikan martabat kita dan membebaskan kita dengan darah-Nya,” kata Pastor Yo sapaan akrabnya.

Pastor Paroki Santo Antonius Padua Tataaran, DR. RD. Yoseph Ansow Pr, mengajak umat untuk turut merasakan penderitaan Kristus dalam via dolorosa.(foto:okemanado/rep-4)

Pastor Paroki Santo Antonius Padua Tataaran, DR. RD. Yoseph Ansow Pr, mengajak umat untuk turut merasakan penderitaan Kristus dalam via dolorosa.(foto:okemanado/rep-4)

Sementara itu, terkait pementasan dramatisasi ini, Ketua Dewan Pastoral paroki, Julius Tumilantouw mengatakan, kegiatan ini menjadi sarana pendalaman iman bagi umat.

“Kita mencoba menerjemahkan pesan keselamatan yang dilakukan oleh Kristus lewat penebusan-Nya di kayu Salib lewat kegiatan ini. Artinya, ini menjadi pelajaran iman bagi umat betapa karya Allah dalam Kristus sungguh mulia dan tak berkesudahan,” ungkapnya.

Senada dengan Julius, Sang Sutradara, Denny Kainde SH, mengatakan, drama ini menjadi pembuktian iman bagi umat bahwa Kristus sungguh-sungguh menyerahkan diri secara total kepada Allah demi keselamatan kita.

“Kiranya kita menyadari, darah-Nya yang tertumpah di kayu salib adalah jaminan keselamatan kekal. Kita telah ditebus dan karena itu, lewat kegiatan ini, kita diajak untuk turut merasakan penderitaan Kristus sebagai Tuhan yang menyelamatkan kita,” tandasnya.(rep4)

Comments

comments

Posted by on 30 March, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Minahasa,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *