BPN Tomohon Telorkan 1600 Sertifikat

M.L. Karamoy(foto-okemanado.com)

M.L. Karamoy(foto-okemanado.com)

Tomohon, Ok – Hingga memasuki tri wulan pertama tahun 2013 ini, Badan Petanahan Nasional(BPN) Kota Tomohon telah melayani pembuatan 1600 sertifikat sebagai tanda sahnya kepemilikan tanah.

Sebagai bagian dari penuntaan program Nasional(Prona), sebagaimana dijelaskan Kepala Seksi Hak Atas Tanah dan Pendaftaran ML. Karamoy SH, seluruh pengurusan sertifikat mulai dari pendaftaran, pengukuran dan penerbitan tidak dikenakan biaya, sebab Prona sudah dibiayai APBN.

“Kecuali biaya BPHTB dan memang itu merupakan nilai harga tanah wajib,” terang Karamoy kepada okemanado.com.

Demi kelancaran pengurusan sertifikat, Karamoy mengatakan, BPN Kota Tomohon membuka loket yang memudahkan masyarakat.

“Bagi masyarakat yang karena alasan tertentu tidak bisa datang ke kantor, maka program Larasati akan menjangkaunya,” tukasnya.

Yang terpenting, lanjut Karamoy, dalam hal proses penerbitan sertifikat, selain pesyaratan surat tanah lengkap, objek tanah jelas dan tidak bermasalah identitas masyarakat.

Pada bagian lain, khusus pengukuran dan berkas, institusi yang dipimpin Jorry H Rapar ini telah menyelesaikan 40-50 persen.

“Targetnya, bulan Juli sudah selesai. Ini sesuai dengan himbauan Kanwil,” pungkasnya.

Reporter 006

Comments

comments

Posted by on 28 March, 2013. Filed under Breaking News,Tomohon. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

One Response to BPN Tomohon Telorkan 1600 Sertifikat

  1. Bobeto Reply

    3 April, 2013 at 05:29

    Patut diajuin jempol, kalo segitu banyaknya sertifikat yang ditelorkan oleh BPN. Tapi apa benar BPN tidak pungut biaya untuk sertifikat prona? karena faktanya walau sertifikat sudah keluar, tapi sewaktu pengurusannya mulai dari pendaftaran, pengukuran dan penerbitan toch ada juga dari pemilik tanah keluar biaya antara 1-3jutaan.

    Belum lagi yang tanah hibah/warisan yang akan diurus sertifikat baru atau pemisahan dari induk sertifikat, banyak yang sudah keluar dana tapi belum juga keluar.

    Tolong klarifikasi BPN dan penelusuran redaksi lebih lanjut.

    Makaseh ne!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *