Bert Supit, Sosok Tegas yang Hobi Kuda Pacu

2

Kolonel Bert Supit telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan pemerintahan di Kabupaten Minahasa. Pria kelahiran Tompaso ini menjadi Bupati Minahasa ke-13 menggantikan EF Saerang.

Posisi sebagai orang pertama di Minahasa dijalaninya dalam waktu yang singkat, yaitu 16 Juni 1958 sampai 23 Sebtember 1958. Walau hanya singkat, dirinya telah mengabdikan dirinya pada tanah kelahirannya.

Keinginan untuk memimpin Minahasa untuk kedua kalinya sempat dia coba pada tahun 1982. Setelah pensiun dari anggota ABRI, Bert bersaing dengan AL Lelemboto untuk memperebutkan posisi Bupati Minahasa ke-27. Namun keinginan tersebut kandas karena dalam pemilihan di DPRD Minahasa. Lelemboto berhasil meraih suara terbanyak.

Sosok Bert ternyata tumbuh dari keluarga sederhana di Kecamatan Tompaso. Dirinya merintis karir sebagai tentara dan pernah ditugaskan di Ujung Pandang dan selanjutnya di Manado. Keponakan Bert, Janno Kapoyos saat diwawancarai Tribun Manado menceritakan, pamannya itu adalah sosok tentara yang sangat mencintai negaranya.

Dalam perjalanan karir, anak ketiga dari delapan bersaudara ini sempat diperhadapkan pada posisi yang sulit. Dirinya pernah ditugaskan untuk memimpin operasi penumpasan gerakan Permesta di Minahasa. Sebuah keadaan yang dilematis karena sebagai tentara dia harus mematuhi perintah atasan walau tugas itu berarti dia harus berperang melawan saudara di tanah kelahiran. Namun tugas tersebut tidak berlangsung sampai akhir karena dirinya ditarik kembali ke markas.

Janno yang pernah tinggal bersama dengan Bert mengatakan pria tiga anak ini adalah sosok yang disiplin dan tegas. Usai pensiun dari tentara, Bert melanjutkan hasratnya pada olahraga berkuda. Tumbuh dalam lingkungan keluarga dan warga Tompaso membuat dirinya tidak bisa jauh-jauh dari olahraga ini.

“Om Bert bukan hanya senang kuda, tapi dia menekuninya secara mendalam. Pada jamannya beliau memiliki lisensi kelas A sebagai pelatih kuda. Tidak banyak orang Indonesia yang memiliki lisensi seperti ini karena hanya dikeluarkan di Australia. Prestasi ini sangat sesuai karena beliau sangat berbakat melatih kuda,” ujarnya.

Sifat disiplin dan tegas yang terbentuk saat menjadi anggota tentara terus terbawa pada profesinya sebagai pelatih kuda pacu. Bahkan tidak segan-segan Bert sering memarahi anak buahnya jika melakukan kesalahan apalagi kalau tidak disiplin.

“Saya beberapa kali dimarahi Om Bert karena lalai melaksanakan tugas. Dia selalu mengajarkan bagaimana untuk bisa bertanggungjawab pada tugas dan melakukan segala sesuatu dengan benar bahkan selalu berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Dalam dunia olahraga berkuda, Bert bahkan dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Steward Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda. Jabatan ini diembannya sampai ajal diusia 88 tahun.

“Kami bangga memiliki sosok seperti Om Bert yang benar-benar menunjukkan jiwa nasionalis. Kepribadian disiplin dan tegas mengajarkan kami untuk melakukan sesuatu semaksimal mungkin,” ujar Janno.

Bupati Minahasa, Drs Jantje W Sajouw MSi ikut memberikan penghargaan positif pada jasa dan pengabdian yang telah diberikan Kolonel Bert Supit bagi tanah Minahasa. Walau hanya tiga bulan memimpin Minahasa, namun apa yang telah dilakukan telah tercatat dengan tinta emas.

Sajouw mengakui dirinya tidak terlalu mengenal sosok Bert Supit. Menurutnya saat Bert memimpin Minahasa dirinya saat itu belum lahir. Namun jasa yang telah dilakukan tetap akan dikenang.

“Sebagai sosok yang pernah memimpin Minahasa, Bert Supit adalah sosok putra terbaik Minahasa. Kami turut berdukacita atas meninggalnya sosok terbaik dari bidang pemerintahan dan budayawan,” ujarnya.

Comments

comments

Posted by on 25 March, 2013. Filed under Berita Utama,Budaya. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *