Pipa Air Tidak Berfungsi, Anggaran Capai 8,5 Miliar

1Ratahan, Ok – Proyek pengerjaan air bersih di Desa Tumbak, Kecamatan Pusomaen dikeluhkan warga. Pasalnya, air bersih yang diharap oleh warga hingga kini tak kunjung ada. Padahal menurut penuturan warga, proyek air bersih yang dianggarkan dari Aanggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), bila dikalkulasikan mencapai 8,5 Miliar.

“Sudah tiga tahap proses pengerjaan, namun sampai saat ini air bersih tak kunjung ada. Padahal, pipa dan mata keran terdapat hampir disemua warga,” sembur warga yang enggan dimediakan. Mereka menilai, proyek pengerjaan pipa air bersih tersebut terkesan hanya asal-asalan dan hanya mencari keuntungan semata dan tidak memihak pada kepentingan masyarakat. “Ya, kira-kira seperti itu, mereka hanya mencari berapa duit yang didapat, dan bukan mementingkan kepentingan masyarakat. Dan kami selaku masyarakat menyesali ulah kontarktor ,” ungkapnya lagi.

Demikian juga diutarakan oleh Hukum Tua (kumtua) Desa Tumbak Mochtar Baba menyebutkan, proyek air bersih tersebut sepenuhnya memang ditangani oleh provinsi lewat dana APBN. “Pengerjaan tahap pertama tahun 2009 memakan angaran 4 Miliar, selanjutnya pengerjaan tahap dua tahun anggaran 2010 sebesar 2,5 Miliar dan terakhir anggaran 2012 dengan cost angaran sebesar 2 Miliar,” paparnya.
Dengan anggaran sebesar itu menurut hukum tua, semenjak dikerjakannya pipa air tersebut, belum ada setetes air bersih yang dirasakan masyarakatnya. “Coba kalau anggaran tersebut dipercayakan kepihak desa untuk mengelolanya, pastinya air bersih pada masyarakat akan terpenuhi. Karena air bersih sudah jelas menjadi kebutuhan mendesak warga,” terangnya.

Baba mengaku, kalau proses pengerjaan yang dilakukan oleh pihak kontarktor tak diketahuinya, padahal dirinya selaku pemimpin desa tersebut. “Saya tidak mendapat informasi kalau ada pengerjaan pipa air bersih, dan terus terang tidak ada yang datang melapor,” akunya.
Lebih para lagi dituturkan hukum tua, pengerjaan proyek tersebut tidak ada papan proyek. Yang seharusnya setiap pekerjaan harus ada papan informasi agar diketahui oleh warga. Dirinyapun berinisiatif untuk meneruskan ini ke pihak pemereintah provinsi, sehingga mereka bisa melihat pengerjaan yang memakai uang negara yang tak kunjung selesai tersebut. “Terkait masalah ini, saya akan laporkan kepihak provinsi sehingga mereka akan menindak lanjutinya,” pungkas Baba kecewa.(**)

Comments

comments

Posted by on 20 March, 2013. Filed under Breaking News,Minahasa Tenggara. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *