BPOM Provinsi Sulut Sidak Barang Kadaluarasa Di Sitaro

1Sitaro, Ok- Didampingi para staf Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) nampak petugas BPOM Sulut melakukan razia pemeriksaan terhadap obat dan makanan yang di jual di pertokoan di Kabupaten Sitaro.

Dari pantauan Koran Manado Rabu (20/03) kemarin di seputaran Pasar Ondong Siau Barat (Sibar) terlihat tiga orang petugas BPOM Provinsi Sulut yang serius melakukan pantauan terhadap kode barang yang tercantum di kemasan produk makaan dan obat yang dijual di toko-toko.

Dari keterangan yang didapati mereka akan melakukan pemeriksaan terhadap bahan makanan yang kadaluarsa sera obat-obat yang didagangkan. Kadis kesehatan Kabupaten Sitaro dr S Raule ketika dikonfirmasi harian ini menjelaskan bahwa jika menemukan barang dan obat yang kadaluarsa maka langsung akan disita, dan penjulanya akan diberikan pembinaan.

Bahkan menurut Raule jika menemukan kesalahan yang besar dalam menjual jenis obat tertentu maka akan dikenai sangsi
sesua aturan yang berlaku.

“jika menemukan kesalahan besar kita akan cabut ijin menjual obat bagi yang bersangkutan, dan bagi yang menjula obat tanpa ijin akan diproses sesuai dengan aturan yang ada,” jelasnya.

Pemeriksaan oleh BPOM Sulut ini akan berlangsung selam beberpa hari di beberapa lokasi yang berbeda, dimulai hari ini.(**)

Comments

comments

Posted by on 20 March, 2013. Filed under Breaking News,Nusa Utara. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

One Response to BPOM Provinsi Sulut Sidak Barang Kadaluarasa Di Sitaro

  1. ronaco2 Reply

    13 April, 2013 at 10:30

    Ha..bagitu kwa Balai Besar POM Sulut di Manado, harus kontinu, terarah dan terpadu melakukan kontrol brg/obat. Jang cuma di Sulut/Manado tapi sampe peloson-pelosok dalam jangkauan wilayah kerja. Optimalkan team yang ada dan koordinasi/kerjasama dengan instansi terkait di daerah (Dinas Kesehatan & Perindag).

    Upayakan satu persepsi dalam mengambil langkah2 preventif sd penindakan. Jangan untuk mengambil keputusan hanya masalah “kapan suatu barang/obat harus ditarik peredaran ditinjau dari tgl.daluarsanya” saja beda pandangan antar instansi.

    Disamping itu, sosialisasi berbagai regulasi dibidang obat&makanan (termasuk produksi sd distribusnya) kepada semua stakeholder terkait harus terus dilakukan, jangan cuma main periksa dan “marah2” padahal obyek yg diperiksa tidak tau masalahnya apa.

    Balai Besar POM>>>>Lanjutkan!
    Trims.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *