SHS Tugasi Gun Atasi Aksi ‘Nakal’ Aktivis Bolmong

1Manado, Ok – Aksi pembakaran foto Gubernur SH Sarundajang (SHS) oleh sejumlah aktivis yang mengatasnamakan Komite Rakyat untuk Provinsi Bolmong Raya (BMR), saat unjuk rasa, Selasa (29/1) lalu, direspon cepat orang nomor satu Sulut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Linmas, Gun Lapadengan, oleh Gubernur langsung ditugaskan ke Bolmong untuk melakukan langkah-langkah persuasif termasuk berdialog dengan para aktivis ‘nakal’ tersebut.

Juru Bicara Pemprov Sulut, Jackson Ruaw kepada wartawan, Jumat (1/2) mengatakan, tugas yang dipercayakan gubernur langsung dilaksanakan Gun Lapadengan. Dimana, Lapadengan melakukan pertemuan dengan semua pemangku kepentingan (stakeholder) yakni elemen masyarakat Bolmong Raya termasuk Komite Rakyat untuk Provinsi Bolmong Raya. Dalam pertemuan, Lapadengan menjelaskan dukungan Pemprov Sulut dan komitmen Gubernur SH Sarundajang terkait pembentukan Provinsi BMR.

“Dua kali Kaban Kesbang melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat Bolmong. Pertama di kantor Polres Bolmong dan kedua di Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK),” ungkap Ruaw.

Dalam dua pertemuan tersebut, lanjut Ruaw, Lapadengan menjelaskan bahwa sama sekali tidak benar tuduhan yang mengatakan bahwa Gubernur SHS menghambat proses pemekaran BMR. Justru sejak awal, gubernur dengan lugas telah menggaungkan bahwa idealnya Sulut bisa pecah menjadi 3 Provinsi, salah satunya provinsi BMR ini.

Bukti lain dukungan Gubernur SHS dalam proses pemekran BMR yakni dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 690 juta dalam DPA Biro Pemerintahan dan Humas khusus menangani penyelesaian tapal batas Boltim-Mitra.

“Dengan pengalokasian dana sebesar itu, Gubernur SHS berharap agar masalah penyelesaian tapal Batas khususnya Boltim-Mitra dapat terselesaikan secepatnya. Dengan selesainya masalah batas otomatis proses pemekaran BMR akan lebih mulus,” terang Lapadengan kepada elemen masyarakat Bolmong seperti dikutip Ruaw.

Lapadengan juga menjelaskan bahwa hingga saat ini, Pemprov Sulut telah melakukan kajian pembentukan provinsi BMR, dan hasil kajian tersebut sejak pekan lalu telah disampaikan ke Panitia Pemekaran BMR untuk ditindaklanjuti sesuai aturan.

Berdasarkan hasil kajian, Panitia pemekaran masih harus melengkapi beberapa berkas, dan hal ini sudah disampaikan secara tertulis bahkan terus diingatkan secara lisan oleh pejabat teknis. Bahkan Ketua Presidium Pemekaran BMR ketika dihubungi langsung berjanji akan secepatnya melengkapi berkas dimaksud. Dalam artian Pemprov tinggal menunggu kelengkapan berkas tersebut.

Menurut Ruaw lagi, dua pertemuan dengan perwakilan masyarakat Bolmong, membuat semuanya terang benderang. Dimana elemen masyarakat Bolmong memahami dukungan gubernur. Bahkan Komite Rakyat untuk Provinsi Bolmong Raya dalam pertemuan tersebut secara resmi meminta maaf atas insiden pembakaran foto SHS.

“Komite Rakyat untuk Provinsi BMR menyatakan bahwa pembakaran foto SHS bukan setingan mereka, melainkan ulah oknum-oknum tertentu yang menyusup dalam demo beberapa hari lalu,” ujar Ruaw mengutip Lapadengan. (***)

Comments

comments

Posted by on 19 March, 2013. Filed under Breaking News,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *