Damis: Timsel Terkesan Inkonsisten dan Tidak Transparan

1Manado, Ok – Proses penilaian dokumen seleksi berkas oleh Tim Seleksi (Timsel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara, masih menuai kontroversi. Pasalnya, ditengah protes beberapa pihak terhadap keputusan Timsel yang dinilai tendensius, kini mulai terkuak sedikit keterangan.

Menurut Mahyudin Damis, salah satu calon anggota KPU yang tidak lolos verifikasi berkas menyebutkan Timsel memberikan alasan kalau dirinya tidak mengantongi izin dari Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

”Berdasarkan informasi yang diperoleh katanya saya tidak diloloskan salah satunya karena tidak mengantongi surat izin Rektor. Difakultas saya mendapat surat izin Dekan, dan Rektor pun memberikan disposisi. Bukankah Undang-undang No. 15 tahun 2011 tentang penyelenggaraan Pemilu, masih belum diamandemen. Hal ini dapat saya bandingkan dengan tahun lalu saat yang mengikuti seleksi di KPU, tanpa ada disposisi dan surat izin Rektor saya lolos verifikasi berkas, Kok, sekarang jadi beda, saya tanya apa rukujan Timsel. Begitu pun status disposisi menurut hukum tata negara adalah bentuk keputusan sederhana dari seorang pejabat,” tutur dosen Antropologi Fisip Unsrat itu.

Bahkan Damis menilai urusan administrasi yang diduga tidak dijalankan Damis belum berlaku menyeluruh. Akademisi vokal itu menantang Timsel untuk kembali memeriksa semua berkas yang diloloskan Timsel saat ini.

”Apakah semua calon anggota KPU Sulut yang lolos verifikasi berkas mengantongi izin pimpinannya? Saya ragu dengan ini, kalau toh Timsel berani transparan, saya tantang untuk kita periksa kembali administrasi yang ada. Sebab masih banyak kejanggalan, selain ada calon anggota yang masih belum layak diloloskan seperti belum cukup lima tahun berhenti sebagai kader partai, masih banyak hal aneh lainnya yang ditutup-tutupi Timsel,” papar Damis.

Lanjut dikatakan pengamat sosial dan politik Sulawesi Utara ini dengan menjelaskan kalau dirinya telah berupaya menyempurnakan berkasnya. Terkait izin Rektor, malah dikatakannya dirinya telah maksimal, hanya saja ada hal teknis yang terkendala.

”Kenapa saya tidak lanjutkan ke PR II karena paginya rektor berangkat ke luar daerah. Disposisi beliau pun saya dapat tandangannya malam hari di garasi mobil dan ditandatangani di ekor mobil camrynya. Disposisi menurut hukum tata negara adalah bentuk keputusan sederhana dari seorang pejabat. paling tidak rektor tau saya maju di seleksi KPU. Itu sah, kalau tak ada niayatan menganjal saya. Inikan bentuk ketidak adilan,” ujar Damis pada saat diwawancarai BeritaManado.com.

Sementara itu, Ketua Timsel KPU Sulut, Lootje Kawet ketika dihubungi media ini, Minggu (17/3) beberapa kali Kawet tidak mengangkat Handponenya. Bahkan SMS yang dilayangkan pun enggan dibalas

Comments

comments

Posted by on 18 March, 2013. Filed under Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *